Alkitab dirundung kesalahan penulisan Sejarah

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Alkitab dirundung kesalahan penulisan Sejarah

Post  Tamu on Wed Mar 11, 2009 10:49 pm

Alkitab dirundung dengan kasalahan berita sejarah, yang tidak akan terjawab kecuali mengatakan, tak lebih, dari sebuah mitos. Perjanjian Baru dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang sebenarnya tidak pernah terjadi, mereka adalah episode mitologi yang terus diceritakan mengenai kehidupan dewa-dewa matahari seperti Mithra, Horus, dan Backus dst. Christian Gnostic masa awal menganggap kisah Injil semata-semata simbolis, mereka menolak sepenuhnya gerekan literalist dari agama Kristen menguasai mereka, dan mengkorupsi Alkitab Yesus. Aku usulkan untuk membaca The Jesus Mysteries oleh Timothy Freke, Peter Gandy.

Kegelapan tiba-tiba saat Penyaliban, dan bangkitnya para santo di Injil Matius, gempa bumi, kebangkitan dan “penyaliban” sendiri hanyalah peristiwa mitos, mereka semua tidak pernah dicatat oleh sejarahwan yang hidup pada masa itu. Philo Judaes yang hidup sekitar 50 M namun tidak pernah menyebut apapun tentang peristiwa-peristiwa tersebut; orang-orang Romawi mencatat dalam sejarah mereka mengenai Pilatus NAMUN tidak menyebut nama Yesus. Ribuan penjahat di salib oleh orang Romawi, namun tidak ada catatan mengenai Yesus, mudah saja karena memang Pilatus tidak pernah menyalibkan Yesus. Yesus diselamatkan Tuhan Mazmur 20:6, Ibrani 5:7. Berkenaan masalah “Kegelapan dan gempa bumi dalam Injil Matius”, nyatanya tidak ada setetes buktipun yang mendukungnya.

Matius adalah satu-satunya didalam Perjanjian Baru yang mencatat “Pembantaian Herodes terhadap orang-orang tak berdosa”. Pembantaian Herodes terhadap orang tak berdosa hanyalah penceritaan ulang dari mitologi pagan. Dewa-dewa matahari dari Yunani, Roma, dan Mesir kuno terancam terhadap kelahiran itu, dan memerintahkan untuk membunuh “setiap bayi yang baru lahir”. Episode (kisah) yang samapun dibubuhkan kepada Yesus, yang setelah melakukan riset dianggap sebagai “anak-matahari” oleh sarjanawan sekuler modern.

Yesus bukanlah “Son of God” namun dia “Sun of God”. Luar biasa bukan? Tuhan tidak akan pernah sekalipun. Tuhan tidak akan pernah menentang hamba-Nya, meskipun tak berharga. Karenanya, title “domba Tuhan” dan “Tuhan Anak” adalah pengembalian dari ajaran pagan. Tuhan Anak secara tidak langsung merujuk kepada Trinitas. Titel “domba tuhan” juga tidak unik, title tersebut pernah disematkan kepada Kristna, mesias Hindu yang pernah hidup ratusan tahun sebelum Yesus lahir.


Title-titel ini diduga berasa dari Augustine, orang yang mengira bahwa Lukas genelogi berasal dari Maria.

Langsung saja, inilah deretan kesalahan sejarah dalam Alkitab. Saya berharap anda menikmati,senikmat saya mengumpulkan daftar ini


Apakah Herodes Membunuhi bayi tidak berdosa?

Nubuatan lain berkenaan kelahiran Yesus dinyatakan bahwa Mesiah akan terlahir disaat Raja Herodes membunuhi bayi tak berdosa. Hanya Injil Matius (2:16:1Cool yang membuat pernyataan ini, dia mengutip nubuatan dari Yeremiah (31:15) yang memberitakan;”Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi “. Ada dua masalah dalam dugaan nubuatan Mesianik ini: ini bukanlah sebuah nubuatan mengenai anak-anak yang akan dibunuh dan lagi peristiwa pembantaian yang dilakukan oleh Raja Herodes pun sangat meragukan keberadaannya dalam sejarah. “Rakhel meratapi anak-anaknya” ini adalah ibu dari Yusuf dan Benyamin (istri Yakub) menangisi anaknya yang ditangkap di Mesir. Sehubungan dengan ini, ayat tersebut adalah mengenai tawanan Babylonia, dimana sang penulis menyaksikannya. Ayat-ayat berikutnya membicarakan anak-anak yang kembali, maka ini membicarakan para tawanan bukan pembunuhan. Peristiwa pembantaian raja Herodes meragukan karena penulis Matiuslah satu-satunya yang mencatat kejadian tersebut.

(www.infidels.org/library/modern/jim_lippard/fabulous-prophecies.html)

Kekejamannya terlefleksi dalam catatan Alkitabiya sebagai Pembantaian orang tak berdosa. Dan pada waktu yang bersamaan Yesus pun lahir, Herodes juga mengatakan untuk menjagal seluruh bayi laki-laki yang berusia 2 tahun di Bethlehem. Herodes takut bahwa “Raja orang Yahudi” akan lahir dikota Betlehem menurut nubuatan yang ia baca. Hal ini mengganggu kekuasaannya, karenanya ia membuat kebijaksanaan mengerikan itu. Pembantaan ini tidak pernah disebut oleh sumber-sumber non-Alkitab, namun begitu, mungkin kisah ini adalah aprokripa, (http://www.answers.com/Herod)

Seperti yang telah kita lihat bawah kisah-kisah malaikat, pengembala, di dalam Lukas, dan orang-orang bijak, di dalam Matius, ditulis ulang dari tema mitologi orang Mesir sekitar 2000 tahun lebih dulu. Namun sama sekali tidak ada bukti sejarah mengenai keberadaan peristiwa Herodes membunuhi anak-anak tak berdosa.. Melalui nalarpun perintah pembunuhan itu sangat mustahil. Apakah Herodes akan membunuhi anak-anak sahabatnya, tentaranya, pegawai sipilnya, turist yang lewat, dan seterusnya? Kamu akan tahu pasti bahwa seluruh peristiwa hanyalah simbolis, disaat kamu menyadari usaha untuk membunuh anak suci muncul dalam mitos-mitos purba, dari Musa kepada Horus kepada Sargon kepada Herkules, Seperti telah tertuslis sebelumnya, ancaman anak yang akan lahir Horus, seorang Kriten Mesir, datang dari Herut, sanga ular. (Tom Harper, The Pagan Christ, hal. 126)


Kesalahan Geografi.

Mengomentari ini (Harold Liedner) dalam 1999 bukunya The Fabrication of the Christ Myth yang dikenal baik dengan Kisah Alkitab mengenai babi Gadarene, yang terjun dari bukit dan tenggelam di laut Galilea, Sarjanawan Yahudi Joseph Liedner mengatakan karena Gadara yang sebenarnya beberapa kilometer dari laut, maka seluruh peristiwa tersebut membuktikan kebodohan mereka. Menyebutkan contoh yang lain kemudian, ia menulis, “Dari bukti ini…kesimpulan yang terus terang muncul bahwa Penulis-penulis Alkitab tidak tahu geografi dan kebiasaan tanah suci, dan juga tidak tahu Yudaisme. Mereka mengerjakan hasil karyanya dengan sumber materi yang tidak ada hubungannya dengan data histories. (ibid, p. 163)

Markus membuat kesalahan serius dalam refrensi geografinya mengenai Palestina. Dia mengetahui nama-nama tempat orang Galilea dan letak sanak famili secara umum, namun tidak sacara detil. Oleh karenanya dia mencatat Yesus berkeliling di Galilea. (G. A. Wells, The Historical Evidence for Jesus (Prometheus Books, 1982), p. 230

Contoh-contoh lain yang mustahil untuk didamaikan dapat ditawarkan. Karena Matius mencatat khotbah diatas gunung dan Lukas mencatat khotbah didaratan (Matius 5:1; Lukas 6:7), pasti ada daratan dibagian samping gunung. Karena Matius mempunyai catatan Tuan mengajarkan berdoa pada khotbah itu dan Lukas mencatat kemudian, doa tersebut di jalan menuju Yerusallam (Matius 6:9-13; Lukas 11:2-4), murid-murid pasti lupa akan doa tersebut, menyebabkan Yesus harus mengulanginya. Markus 10:46 menempatkan penyembuhan terhadap orang buta setelah Yesus meninggalkan Yerikho, disaat Lukas Lukas 18:35; 19:1 menempatkannya sebelum Yesus memasuki Yerikho. Mungkin Yesus sedang meninggalkan tempat dari Yerikho Perjanjian Lama dan memasuki Yerikho Perjanjian Baru! [Raymond E. Brown, S.S., An Introduction To The New Testament, The Anchor Bible Reference Library (Doubleday, 1997) halaman. 109-110]

Mengenai Gempa Bumi dan Kegelapan.


“…Kita mmempunyai contoh yang bagus disini mengenai credulity dari orang Barat. Selama masa 2000 tahun dia membaca tentang ledakan ini dan “kegelapan yang menutupi seluruh bumi” tanpa sekalipun mempertanyakannya dan menuntut bukti darinya. Namun jika ini pernah terjadi, kenapa para sejarahwan handal tidak mencatatnya? Kenapa mereka tidak mencatatnya? (Deceptions & Myths of the Bible, Lloyd Graham halaman. 349)

“Berkenaan dengan peristiwa-peristiwa ajaib yang terjadi saat kematian Jesus, Injil St. Yohanes tidak menceritakannya, dan St. Markus dan St. Lukas hanya menceritkan lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua. Hanya Injil Matius seorang yang mencatat Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Dan perlu dicatat bahwa Injil Matius ditulis sekitar 80 tahun setelah peristiwa itu terjadi, oleh karenanya sudah pasti cerita itu tidak asli. Tentu tidak ada alasan untuk menyatakan bahwa gempa bumi tersebut tidak pernah terjadi pada hari itu, namun jika hal tersebut pernah terjadi maka sulit difahami kenapa tidak satupun diantara tiga Injil, selain Matius, yang adalah Injil sebelum Matius tidak mencatatnya.” (The Paganism in Our Christianity, Arthur Weigall, 1928, Halaman 62)


Sensus Romawi tidak pernah ada!

Kapan Yesus lahir? Menurut Lukas, disaat Gubernur pemerintah kolonial Romawi Qurinius, melakukan sensus keseluruh pelosok negri atas perintah Kaisar Agustus. Menurut Lukas dan Matius saat itu juga dimasa Raja Herodes yang agung. Masalahnya sekarang adalah bahwa Herodes meninggal 4 SM, sebelum kelahiran Yesus, dan hal ini terjadi 10 tahun sebelum sensus gubernur Qurinius dilakukan. Lebih lanjut, dimasa pemerintahan Herodes, tidak pernah ada sensus orang Roma yang dilakukan diwilayahnya, yang termasuk didalamnya wilayah Yudea dan Galilea, dan lokasi Bethelehem dan Nazaret. Herodes pasti mengumpulkan pajak untuk kemudian diserahkan kepada Romawi sebagai upeti. Yang terakhir, sensus keseluruh pelosok negri sangat bertentangan dengan kebiasaan Romawi, yang mengumpulkan pajak dari provinsi ke provinsi, yang terkadang mereka mengontrak “otoritas” setempat untuk melakukannya.

(http://www.infidels.org/library/modern/larry_taylor/messiahgate.html)

Tamu
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik