DOSA WARISAN

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

DOSA WARISAN

Post  Admin on Sat May 17, 2008 9:30 am

DOSA WARISAN

Teks Alkitab sendiri, tidak mungkin Yesus sebagai penebus dosa karena :

1. Yesus sebagai manusia juga tidak lupt dari melakukan dosa, antara lain, Yesus membunuh 2000 babi atas permintaan roh jahat.


2. Yesus secara tidak langsung meyatakan bahwa dirinya juga berdosa, dalam sebuah kisah Alkitab, Yesus bersabda ?bagi siapa saja yang tidak mempunyai dosa maka ia yang pertama melempari batu pezinah itu?. Lalu tidak ada seorangpun yang melempari pezinah yang sedang disidang karena mereka merasa mempunyai dosa, termasuk Yesus juga tidak melempari pezinah yang dimaksud, artinya Yesus secara tidak langsung menyatakan dirinya manusia yang tidak luput dari dosa.


3. Yesus dalam Alkitab pernah bersabda : ?Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya ?, sementara Yesus dalam kisah yang lain dalam Alkitab dikisahkan pernah diciumi, dibelai dan diberi aroma-aroma wewangian yang selalu digunakan oleh orang-orang Yahudi dalam PASUTRI, sementara wanita tersebut adalah seorang pelacur yang terkenal reputasi kepelacurannya yang artinya seorang pelacur yang sangat mempesona dan bukan istri Yesus, juga Yesus dikisahkan sangat menginginkan hal tersebut. Bukankah kisah Alkitab tersebut menunjukkan Yesus telah berbuat dosa ?


4. Bila kisah pada point 3 di atas benar, maka sebenarnya wanita tersebut adalah istri Yesus, karena tidak mungkin seorang nabi melakukan perbuatan zinah semacam itu, dan yang paling mungkin adalah para pengarang Injil tidak mengetahui Yesus telah menikah seperti tidak tahunya para pengarang Injil tentang kisah Yesus antara umur 13 s/d 30 tahun.


5. Yesus sendiri tidak pernah bersabda, bahwa Aku datang untuk menebus dosa asal yang pernah diperbuat oleh bapak dan Ibu kita Yaitu Adam as dan Hawa as.


Secara logis, Yesus tidak mungkin menjadi penebus dosa karena 5 point di atas, apalagi Yesus juga masih keturunan Adam yang menurut doktrin dosa warisan setiap keturunan Adam telah mempunyai dosa yang disebut dosa asal atau warisan, padahal salah satu syarat sebagai penebus dosa adalah manusia suci yang tidak mempunyai dosa termasuk dosa asal.

Bila Yesus tidak layak menjadi penebus dosa, pertanyaan yang dapat lahir dari para pengiman dosa warisan adalah ?Lalu siapa yang menjadi penebus dosa bila bukan Yesus??.

Pertanyaan itu wajar bila keluar dari orang yang di benaknya telah tertanam kuat doktrin dosa warisan, namun bagi orang-orang yang terbebas dari doktrin, maka akan bertanya ?benarkah dosa warisan itu ada, karena bila ada dan Yesus tidak layak menjadi penebus dosa, maka sia-sialah segala kehidupan manusia di dunia ini ??

Dosa Warisan
Dosa Warisan menurut doktrin ke-Kristen-an adalah Dosa yang diwarisi oleh anak keturunan Adam dari Adam as. yang terjadi karena telah tergoda oleh Iblis sehingga melanggar peraturan Allah yaitu memakan pohon larangan. Dosa Adam dan Hawa ini menyebabkan Adam yang semula direncanakan hidup kekal dalam taman Eden menjadi tidak kekal dan binasa untuk selama-lamanya, akibat ini juga ditanggung oleh anak keturunan Adam, sehingga anak keturunan Adam-pun menjadi keturunan yang tidak kekal dan akan binasa untuk selama-lamanya. Itulah yang dimaksud dosa warisan dalam doktrin ke-Kristen-an.

Namun, tidak satu ayatpun yang berasal dari Allah, para nabi, orang-orang suci dan Yesus sendiri yang menyebut bahwa dosa warisan memang ada sebagai akibat dosa Adam. Adam memang telah berbuat dosa, tetapi dosa itu ditanggung anak keturunannya tidak berdasar sama sekali kecuali hanya menduga-duga saja.

Ajaran dosa warisan baru ada setelah Yesus tidak ada lagi di bumi, dosa warisan baru dikenalkan beberapa tahun oleh orang yang mengaku-aku mendapat mandat dari Yesus, padahal tidak ada satu mukjizatpun sebagai penjamin bahwa orang tersebut adalah penerima mandat ajaran Allah dan Yesus, padahal sejak awal hingga zaman nabi Muhammad, setiap rasul Allah pasti mempunyai mukjizat untuk membuktikan bahwa segala ajarannya bersumber dari Allah. Seperti Yesus yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit yang tidak bisa disembuhkan seperti kebutaan dan dapat menghidupkan orang mati sebagai bukti Yesus utusan Allah, sehingga umatnya layak untuk mempercayainya, sementara orang yang mengajarkan dosa warisan yaitu PAULUS, sama sekali tidak mempunyai mukjizat, padahal ajaran DOSA WARISAN sama sekali baru yang tidak pernah diajarkan sebelumnya, sudah semestinya ada kemukjizatan pada diri Paulus untuk mendukung ajarannya bahwa semua berasal dari Allah.

Dosa warisan hanyalah mengikuti ajaran PAULUS yang dahulu bernama SAULUS yang selalu mengejar-ngejar murid-murid Yesus dan membunuhnya, kemudian mengaku bertaubat karena ditemui Yesus untuk mengemban tugas dari-nya, Dosa warisan hanyalah penafsiran yang dilatarbelakangi peristiwa jatuhnya Adam ke dalam dosa yang ditafsirkan dosa tersebut ditanggung juga oleh anak keturunannya.


Kemustahilan Dosa Warisan
Kemustahilan Pertama adalah, dalam doktrin dosa warisan, manusia sejak lahirnya telah menanggung dosa asal yang diperbuat oleh Adam as. padahal seorang manusia yang baru lahir tidak tahu-menahu tantang perbuatan Adam dan tidak ikut merasakan kenikmatan perbuatan dosa Adam, dan belum pernah berbuat dosa sedikitpun, mungkinkah Allah mengajarkan dosa warisan sementara Allah dalam Bible telah mengajarkan tidak ada dosa warisan :

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. Yehezkiel 18:20

Kemustahilan kedua, doktrin dosa warisan menjadikan Allah sebagai Allah yang tidak teliti dalam berencana sehingga gagal merencanakan Adam dan Hawa hidup kekal di Taman Eden, dan doktrin tersebut secara tidak langsung menyatakan Allah telah kalah dengan Iblis sehingga rencananya gagal. Kemustahilan kedua ini menunjukkan bahwa doktrin dosa warisan hanyalah karangan manusia yang salah menafsirkan sebuah kisah.

Kemustahilan ketiga, menurut doktrin dosa warisan, selama dosa itu belum ditebus, maka anak keturunan Adam tidak akan dapat mencapai kekekalan seperti rencana Allah mula-mula, yaitu yang semula direncanakan kekal dalam taman Eden menjadi ?lahir-besar-mati dan tidak hidup kembali untuk selama-lamanya, artinya binasa begitu saja menjadi tanah.

Menurut doktrin dosa warisan tersebut, orang-orang yang hidup sebelum Yesus menebus dosa warisan, akan mati binasa dan tidak berhak masuk ke sorga, seperti nabi Nuh, Ibrahim, Ishak, Musa dan orang-orang suci lainnya, padahal perjuangan dan pengorbanan mereka sangatlah besar untuk menegakkan agama Tauhid, anehnya, mereka sama sekali tidak berhak masuk ke dalam sorga, nasib mereka sama dengan nasib para perampok, pezinah, pencuri, Fir?aun dan orang-orang berdosa dan jahat lainnya juga sama dengan nasib semua hewan yang pernah hidup di bumi ini yaitu binasa begitu saja dan tidak berhak masuk sorga.

Gelar suci, mulia dan diberkati tidak ada artinya bagi orang-orang suci dan nabi-nabi suci, karena mereka bernasib sama dengan orang-orang yang mendapat gelar jahat, pezinah, koruptor, fir?aun, terkutuk dan lain-lain bahkan sama dengan nasib hewan yang bergelar menjijikkan, buas, beracun, bunglon yaitu semua gelar tersebut sama-sama tidak mendapatkan balasan, sungguh beruntung orang yang telah bergelimang dosa dan puas dalam hidup ini dan sungguh bodoh orang-orang sholeh yang telah mengorbankan hidupnya demi agama tauhid, untuk apa jiwa dan raga dikorbankan dan diperjuangkan demi Agama Allah kalau semua berakhir sama dengan para pembangkang.

Sementara itu, masih menurut doktrin dosa warisan, walaupun dia seorang pelacur, perampok, pemalas, koruptor asal mati mengimani akan adanya dosa warisan dan adanya penebusan dosa oleh Yesus, maka dia berkesempat-an masuk ke dalam sorga, mereka lebih mulia daripada nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Harun dan orang-orang suci lainnya.

Tentu saja doktrin semacam ini, menempatkan Allah yang mengatur alam dan segala kehidup-an manusia sebagai Allah yang tidak adil, karena orang-orang suci sebelum Yesus seperti Nuh, Ibrahim, Musa dan lain-lain diberikan nasib yang sama dengan Fir?aun, pelacur, perampok dan hewan, sementara orang-orang setelah Yesus diberi kesempatan mendapatkan kemuliaan di sorga walaupun perjuangan dan pengorbanannya tak sebanding dengan para nabi-nabi sebelum Yesus.

Tentu saja, dengan doktrin dosa warisan, mau tidak mau harus menyatakan Allah telah berbuat dzalim dan tidak adil, padahal Allah Maha Adil dan Maha Pengasih, maka mustahil ajaran Dosa Warisan berasal dari Allah SWT.

Bila mustahil dosa warisan berasal dari ajaran Allah, padahal doktrin dosa warisan itu ada, salahkah bila kita menyimpulkan bahwa dosa warisan hanyalah karangan manusia yang berasal dari kesalahan tafsir atas kisah jatuhnya Adam-Hawa ke dalam dosa. ? (al-islahonline)

Admin
Admin

Jumlah posting: 110
Join date: 17.05.08

Lihat profil user http://kristologi.forumandco.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik