Tidak Jadi Murtad, Karena Bermimpi Diberikan Sajadah Dan Mukena Oleh Yesus (Bagian I)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tidak Jadi Murtad, Karena Bermimpi Diberikan Sajadah Dan Mukena Oleh Yesus (Bagian I)

Post  Admin on Wed Sep 24, 2008 8:59 pm

Tidak Jadi Murtad, Karena Bermimpi Diberikan Sajadah Dan Mukena Oleh Yesus (Bagian I)

Diasuh Oleh H Insan LS Mokoginta

Kisah nyata hubungan pacaran antara dua insan beda agama di Manado beberapa waktu lalu, membuat kami turun tangan mengatasinya. Pasalnya Nur Aini (22 tahun) bertahan dengan keislamannya, dan Obet (24 tahun) panggilan akrab pemuda asal Sanger, juga tetap bertahan dengan Kristen Adventnya. Kedua insan ini sama-sama berusaha meyakinkan kebenaran agamanya. Namun hasilnya tetap nihil. Dengan referensi buku-buku kami, Nur Aini berusaha yakinkan Obet masuk Islam. Tapi Obet tidak diam begitu saja. Diapun berusaha meyakinkan Nur Aini sang kekasihnya mengikuti agamanya. Nur Aini diserang dengan menggunakan Qur`an, terutama mengenai bidadari-bidarari yang akan melayani kita di surga nanti, dan adanya sungai-sungai yang mengalir di dalam surga, dianggapnya tidak rasional. Ditambah lagi masalah poligami dan tulisan Murtadin Yusuf Roni dan juga VCD Makhrus Ali at-Tamimi cukup ampuh, apalagi VCD Pendeta yang mengaku Habaib ini (keturunan nabi) sangat mengganggu Nur Aini, sebab pikirnya keturunan Habaib aja masuk Kristen, apalagi dia yang awam.

Karena seringnya dia didoktrin oleh Obet kekasihnya, sampai-sampai Nur Aini bermimpi bertemu Yesus. Tapi anehnya dalam mimpi tersebut menurut Nur Aini, bukan Alkitab/Injil yang diberikan Yesus kepadanya, tapi seperangkat alat shalat yaitu Sajadah dan Mukena. Hal ini membuat Nur Aini bingung.

Ketika Nur Aini mengetahui kedatangan kami di Manado melalui seseorang teman beberapa hari lalu, dengan sangat ia mengharapkan agar bisa dipertemukan langsung dengannya dan kekasihnya.

Pada pertemuan tersebut Obet ingin agar Nur Aini ikut agamanya. Menurutnya, semua agama sudah dia coba: Katolik, Protestan, Islam dan Advent. Ternyata pilihan terakhirnya jatuh pada Advent karena dalam agama ini katanya, ia menemukan ketenangan dan kesabaran. Dalam Islam dia tidak menemukan hal tersebut, sebab setiap dia bertanya tentang Islam kepada beberapa orang, jawabannya selalu tidak memuaskan, apalagi tentang poligami dan adanya kesaksian Pendeta Makrus Ali at Tamimi keturunan Habaib yang membeberkan ketidakbenaran Islam. Sungguh luar biasa, dalam usia 24 tahun Obet telah mencoba empat agama.

Setelah kami jelaskan bahwa Pendeta Makrus Ali at Tamimi tersebut telah masuk Islam, dan semua kesaksiannya adalah bohong, Obet agak down, hampir tidak percaya. Kami perlihatkan bukti CD masuk Islamnya Pendeta penghujat Islam tersebut. Ini berarti umat Kristiani terlalu mudah ditipu oleh Makrus Ali.

Mengenai poligami, kami buktikan bahwa dalam Alkitab, Nabi Daud punya beberapa Istri dan gundik. Nabi Yaqub punya 4 istri (Kej 29). Nabi Salomonq punya 700 istri dan 300 gundik (1 Raj 11:3). Jadi Nabi Muhammad bukan ajarkan poligami, tapi justru kedatangan beliau meluruskan dan membatasi laki-laki berpoligami, sebab zaman dahulu tidak ada batasan dalam berpoligami.

Selanjutnya Obet jelaskan bahwa satu-satunya agama yang paling jelas hari peribadatannya adalah Advent. Sebab sejak Allah ciptakan alam semesta, sampai sekarang, Sabat tetap dipelihara dan dikuduskan oleh penganutnya. Mereka komitmen memelihara dan mengkuduskan Sabat sebagai hari perhentian. Sebab Allah menciptakan alam semesta dalam enam hari, dan pada hari ketujuh Allah beristirahat. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat." (Kel 31:17)

Obet bertanya, “kenapa umat Islam beribadah pada hari Jumat, padahal ada beberapa ayat dalam Al Qur`an yang mengkuduskan hari Sabat?”. Kami jawab, bahwa Al Qur`an tidak menyuruh umat Islam mengkuduskan hari Sabat, sebab ayat tersebut berbicara tentang orang-orang Yahudi yang melanggar hari Sabat, sehingga mukanya diubah jadi kera.

Jika Tuhan berhenti dan beristirahat tidak melakukan kegiatan apapun pada hari ketujuh, berarti Tuhan kelelahan bekerja selama enam hari. Alam semesta ini sejak dahulu sudah hancur berantakan jika tidak dikendalikan Tuhan selama sehari.

Kami jelaskan bahwa Tuhan bukan manusia yang harus merasakan kelelahan.

Sebenarnya Sabat hanya khusus untuk orang Israel saja. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu. (Alkitab, Kel 31:12-13)

Menurut Al Qur`an, penciptaan alam semesta bukan enam hari seperti hari-hari perhitungan manusia, tapi enam masa. Enam masa menunjukkan waktu yang panjang, sebab satu hari menurut Allah, sama dengan 1.000 tahun menurut perhitungan manusia. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian naik (kembali) kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitungan kamu. (Qs 32 As Sajdah 5)

Alkitab juga jelaskan bahwa sehari di sisi Allah, sama dengan 1.000 tahun menurut manusia: “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (II Petrus 3:8)

Allah dalam Al Qur`an tidak perlu berhenti bekerja apalagi beristirahat, sebab Dia bukan manusia yang perlu istirahat karena kelelahan bekerja. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan tidaklah menyentuh Kami kelelahan” (Qs 50 Qaaf 38)

Kami suruh Obet pikirkan dan katakan dengan jujur, mana yang lebih rasional ayat Alkitab atau Al Qur`an. Obet mengaku baru kali ini dia menemukan orang yang bisa menjelaskan Islam dengan baik padanya. Dia mengaku dan bersedia akan mendalami Islam dan bersedia mengkritisi Alkitabnya.

(Bersambung) [www.suara-islam.com]

Admin
Admin

Jumlah posting : 110
Join date : 17.05.08

Lihat profil user http://kristologi.forumandco.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Jadi Murtad, Karena Bermimpi Diberikan Sajadah Dan Mukena Oleh Yesus (Bagian I)

Post  Admin on Wed Sep 24, 2008 9:00 pm

Tidak Jadi Murtad, Karena Bermimpi Diberikan Sajadah Dan Mukena Oleh Yesus (Bagian II-Tamat)

Diasuh Oleh H Insan LS Mokoginta

Kisah cinta dua sejoli beda agama di Menado (Nur Aini dan Obet) membuat kami yang sebenarnya hanya numpang lewat di Manado, harus menyisihkan waktu cukup panjang untuk berdiskusi dengan mereka berdua. Pasalnya Nur Aini sudah berada di ujung tanduk tinggal selangkah lagi dimurtadkan, sementara Obet kekasihnya begitu kuat mempertahankan iman Kristianinya.

Di depan kami Obet menjelaskan kelebihan agamanya daripada agama-agama lain yang pernah dimasukinya, terutama keistimewahan Hari Sabat sebagai hari yang ditentukan oleh Tuhan sebagai hari ibadah. Obet sangat yakin Allah menciptakan alam semesta dalam enam hari, dan pada hari ke tujuh Tuhan beristirahat.

Itulah mengapa mereka menguduskan hari Sabat, beristirahat tidak bekerja, sebab Tuhan juga beristirahat pada hari ketujuh tersebut. Lalu kami ajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut : “Bagaimana menentukan perhitungan “satu hari” menurut anda?” Jawab Obet: “Sehari adalah 24 jam”.

Selanjutnya: “Dasar menentukan sehari 24 jam apakah dihitung sejak terbit matahari sampai terbitnya kembali?” Jawab Obet: “Sehari 24 jam yaitu dihitung dari Sabat sampai ketemu Sabat atau sejak terbenam sampai terbenamnya matahari.” Lalu kami bacakan Alkitab Kejadian 1:1-13 (1) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (2) Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (3) Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.

(4) Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. (5) Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. (6) Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." (7) Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. (Cool Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.

(9) Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. (10) Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (11) Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.

(12) Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasil-kan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (13) Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.

Pertanyaan untuk Obet :

1. Tolong jelaskan kenapa Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

2. Darimana penulis Alkitab tahu petang, pagi, hari pertama, kedua dan ketiga sementara matahari bulan bintang belum diciptakan?

3. Bukankah untuk menentukan petang harus ada matahari yang hampir terbenam? Dan untuk menentukan pagi, harus ada matahari yang baru terbit?

4. Bukankah untuk menentukan satu hari, harus ada perputaran bumi menge-lilingi matahari?

Obet bingung tidak menyangka kami mempertanyakan seperti itu. Roh Allah tidak mungkin bisa dilihat. Darimana penulis mengetahui bahwa Roh Allah melayang-layang seperti burung di atas permukaan air? Jawab Obet, “biarlah itu jadi PR bagiku.” Mengenai jadilah petang, pagi, hari pertama, kedua dan ketiga, Obet coba menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut tidak salah, tidak mungkin Tuhan keliru. Obet serius jelaskan bahwa penulis Alkitab benar, sebab mereka menulis dibimbing Roh Kudus.

Karena penjelasannya muter sana sini, kami kembalikan lagi “Apa tolak ukur penulis Alkitab menentukan petang, pagi, hari pertama, kedua dan ketiga, sementara matahari baru diciptakan pada hari keempat?” (14) Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, (15) dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. (16) Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. (17) Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, (18) dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (19) Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. (Kej 1:14-19)

Jadinya petang, pagi, dan hari keempat ini bisa diterima akal, sebab matahari sudah diciptakan. Tetapi darimana penulis Alkitab tentukan petang, pagi hari pertama, kedua dan ketiga sementara matahari baru diciptakan pada hari keempat? Obet nyerah, “Biarlah pertanyaan ini juga menjadi PR bagiku”

Umat Kristiani meyakini Allah menciptakan alam semesta dalam waktu enam hari dimulai hari Minggu, selesai hari Jumat, lalu Tuhan beristirahat pada hari Sabtu. Padahal tidaklah demikian. Allah menciptakan alam semesta ini dalam enam masa, maksudnya dalam waktu yang sangat panjang, sebab sehari menurut Allah, sama dengan 1000 tahun menurut manusia (Qs 32:5). Dan Allah tidak perlu istirahat karena Dia bukan manusia beristirahat karena kelelahan. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan tidaklah menyentuh Kami kelelahan” (Qs 50 Qaaf 38)

Mengenai Sabat jatuh pada hari Sabtu, kami jelaskan kalau Obet yakin semua yang tertulis di Alkitab benar, seharusnya Obet harus masuk Islam dan beribadah pada hari Jumat. “Ah Bapak bisa aja, dasarnya apa?” jawab Obet. Kami bacakan Yosua 10:12-13 Lalu Yosua berbicara kepada Tuhan pada hari Tuhan menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!" (13) Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.

Kalau ayat tersebut benar bahwa matahari diam tidak terbenam selama sehari, berarti pernah terjadi ada satu hari yang perhitungannya dimajukan. Artinya Sabat hari Sabtu, dimajukan hari Jumat, sebab pernah terjadi sehari lamanya 48 jam. Kelihatan Obet semakin bingung. Akhirnya kami berikan beberapa buku tulisan kami biar dia baca dan pelajari. Obet berjanji akan mendalami Islam lagi. Kita doakan semoga Obet diberikan hidayah oleh Allah SWT mengikuti agama Nur Aini yaitu Islam. [www.suara-islam.com]

Admin
Admin

Jumlah posting : 110
Join date : 17.05.08

Lihat profil user http://kristologi.forumandco.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tidak Jadi Murtad, Karena Bermimpi Diberikan Sajadah Dan Mukena Oleh Yesus (Bagian I)

Post  Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik