STT APOSTOLOS Jusuf Roni : Pelopor Kristenisasi Berkedok Dialog Paralelisasi Teologis

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

STT APOSTOLOS Jusuf Roni : Pelopor Kristenisasi Berkedok Dialog Paralelisasi Teologis

Post  Admin on Sun Dec 14, 2008 12:20 pm

STT APOSTOLOS Jusuf Roni :
Pelopor Kristenisasi Berkedok Dialog Paralelisasi Teologis




Gerakan para salibis untuk melecehkan Islam dan menyesatkan kaum muslimin dari agama dan aqidahnya yang haq tidak akan pernah berhenti sebagaimana yang telah difirmankan Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an-Nya yang mulia.

Setelah bertahun-tahun melakukan gerakan pemurtadan dengan cara sembunyi-sembunyi dan dari bawah tanah, tikus-tikus salibis sudah berani untuk keluar dari gorong-gorong persembunyiannya dan menggerogoti keyakinan ummat Islam dengan cara terang-terangan bahkan sangat provokatif. Cara yang mereka pergunakan kali ini dengan melalui jalur "ilmiah" berbungkus lembaga pendidikan. Mereka mencoba mencampur adukkan ajaran agama Islam dengan agama mereka dan secara halus mengaburkan serta menyingkirkan hakikat kebenaran agama yang haq ini.

Baca Juga : STT APOSTOLOS Yusus Roni : Murid-murid sekolah memakai jilbab - Bahaya Apostolos : Sekolah Tinggi Teologi Pemurtadan Umat

Sekolah Tinggi Teologis Apostolos merupakan salah satu dari lembaga yang dengan nyata memproklamirkan dirinya sebagai lembaga pengkristenan ummat Islam Indonesia. Langkah-langkah yang digunakan oleh lembaga yang tidak beralamat jelas (hanya mencantumkan PO BOX dalam kop suratnya, red.) ini sangat menantang dan terkesan memancing-mancing kemarahan kaum Muslimin.

Salah satu langkah "berani" yang mereka lakukan adalah dengan mengirimkan surat kepada para tokoh dan lembaga-lembaga Islam di Indonesia. Surat yang dalam kop-nya bertuliskan "Pusat Penginjilan untuk Masyarakat Muslim Apostolos/Evangelism Centre Apostolos for Moslem Society" ini mengajak kepada kaum muslimin agar berbaik sangka terhadap gerakan mereka.

Namun, bagaimana mungkin kaum muslimin bisa berprasangka baik apabila pada pembuka surat saja mereka telah memfitnah ummat ini dengan menuliskan bahwa telah terjadi provokasi yang berbungkus Tabligh Akbar yang tujuannya adalah mengerahkan massa untuk merusak, membakar, dan membom gereja. Tuduhan yang tanpa bukti nyata ini jelas merupakan satu fitnah dan bentuk provokasi dari para salibis "al-kadzdzab".

Aroma kristenisasi juga tercium jelas dengan dikutipnya dua ayat dari Injil yang berbunyi "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada makhluk" dan "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus".

Walaupun sudah jelas seperti itu mereka mencoba menutupi-nutupi niatannya yang sudah terbuka itu. Mereka berdalih dengan mengatakan agar tidak terjadi ‘konflik agama’ dan menghindari ‘pertikaian sesama bangsa sendiri’ maka ‘solusi terbaik’nya adalah dengan memperkenalkan "Program Studi Islamologi Apostolos" yang menitikberatkan kepada paralelisasi kitab suci Kristen dan Islam. Hasil akhir dari program ini, menurut yang tertulis di dalam surat itu, adalah umat Islam dan Kristen tidak lagi memandang agama masing-masing sebagai perbedaan dan tidak menganggap agamanya saja yang paling benar.

Mereka juga mengatakan bahwa agama Islam tidak konsisten dalam menjalankan "Millah Ibrahim" dan menganjurkan untuk kembali kepada "Millah Ibrahim" karena berakibat tidak bisa berdampingan dengan baik dengan umat kristiani. Sebuah pernyataan yang seharusnya ditujukan dan dipantulkan pada diri mereka sendiri.

Yang lebih jelas lagi menunjukkan niatan busuk mereka dalam merusak agama ini terlihat dari susunan kurikulum yang mereka tawarkan seperti ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf yang di dalam Islam sendiri telah dikatakan ilmu dan aliran yang sesat dan menyesatkan. Mereka mengatakan bahwa kurikulum ini diadopsi dari kurikulum IAIN yang telah dimodifikasi.

Lembaga yang dipimpin oleh Dr. K.A.M Jusuf Roni (seorang murtad yang di surat tersebut dikatakan sebagai "mantan muslim yang bertobat menjadi kristen dan kini menjadi pendeta", red.) ini juga telah mencoba untuk bekerjasama dengan kampus-kampus Islam yang bisa diajak bekerjasama mendukung visi dan misi tujuan STT Apostolos. Yang menyedihkan dan menyesakkan dada bagi kita kaum muslimin adalah terlibatnya belasan orang dosen dari sebuah institut Islam di Jakarta sebagai pengajar mata kuliah keahlian khusus yang berisikan materi-materi keislaman.

Dan tentu saja mata kuliah keahlian khusus studi Islamika yang mereka tawarkan seperti Pengantar Studi Islam, Hukum Islam, Gender dalam Islam, Kristologi dalam Pemikiran Islam nantinya akan ditinjau dari perspektif agama mereka. Hal ini disebabkan STT ini menyatakan dasar-dasar mereka adalah bahwa "STT Apostolos mempunyai keyakinan bahwa Alkitab (Bibel) adalah satu-satunya sumber berita tentang Sang Firman dan satu-satunya berita yang benar tentang Sang Kebenaran. Dan Al-Qur’an bukan firman Tuhan tapi kitab biasa yang bisa dipakai sebagai sarana penghinjilan." Na’udzubillah. Kita berlindung kepada Allah dari kebodohan mereka dan Maha Suci Allah yang telah mewahyukan Kalamnya yang Mulia dalam Al-Qur’an dari tuduhan mereka.

Jusuf Roni sendiri merupakan "pemain lama" dalam hal kristenisasi di Indonesia yang sudah pernah merasakan kurungan penjara di zaman Orba namun tetap membatu hati dan kepalanya.

Hadapi Kristenisasi Ini dengan Sikap Tegas

Ormas-ormas Islam, diantaranya FPI, Fakta, Muhammadiyah, Laskar Jihad, dan MUI Pusat yang menerima surat ini dan mengetahui latar belakang orang-orang yang mendukung lembaga tersebut serta menyadari bahayanya keberadaan dari lembaga ini telah saling bertemu pada Sabtu (3/11) di kantor MUI Pusat, lantai dasar Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 90 menit itu, pihak MUI yang berasal dari komisi Kerukunan dan Komisi Da’wah serta ormas Islam yang hadir mengungkapkan kemarahannya atas kekurangajaran lembaga itu. Bahkan ada salah seorang peserta berasal dari FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Kristenisasi dan Pemurtadan) yang mengatakan bahwa lembaga ini merupakan "agressor keagamaan". FAKTA yang telah lama mengikuti pergerakan dari Apostolos ini juga mengungkapkan "kegembiraannya" atas tindakan yang terang-terangan ini karena akan semakin mudah untuk membantah dan membongkar kebusukan mereka.

Dari pertemuan itu juga mencuat seruan untuk membawa permasalahan ini ke pengadilan karena jelas-jelas mereka ingin menyelewengkan ummat Islam dari keyakinannya. Namun yang paling penting dari pertemuan tersebut adalah semua elemen yang hadir menyadari bahwa ini adalah permasalahan yang serius dan akan menghadapi kristenisasi yang nyata ini secara bersama-sama sesuai dengan kemampuan dan keahliannya masing-masing. Kepada MUI, hadirin meminta agar hal ini dilaporkan kepada pihak yang berwajib karena ini dapat mengganggu ketertiban dan memancing kemarahan ummat Islam jika tidak segera ditegakkan hukum atasnya.

Juga diungkapkan agar semua elemen Islam jangan terjebak ke dalam permainan salibis yang apabila salah langkah akan segera digunakan mereka untuk meminta simpati dari salibis internasional sehingga muncul kesan yang buruk terhadap ummat Islam di Indonesia. Karena benar-benar mereka tidak akan pernah ridha dan senang terhadap agama ini.

Dari fakta ini, semoga kita kaum muslimin dapat semakin berteguh hati untuk terus memegang agama yang diridhai Allah Ta’ala yang dibawa oleh rasul-Nya yang "Shodiqul Mashduq" Muhammad shalallahu alaihi wassalam. "Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci." (Q.S. Ash-Shaff: 9).

Sabili

BACA :
- STT APOSTOLOS Yusus Roni : Murid-murid sekolah memakai jilbab
- Bahaya Apostolos : Sekolah Tinggi Teologi Pemurtadan Umat

SWM

Admin
Admin

Jumlah posting : 110
Join date : 17.05.08

Lihat profil user http://kristologi.forumandco.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik