Doktrin Penebusan Hanya Sandiwara

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Doktrin Penebusan Hanya Sandiwara

Post  Admin on Sat May 17, 2008 1:10 pm

Doktrin Penebusan Hanya Sandiwara

Assalamu'alaykum Wr. Wb.,
Melihat gejala Kristenisasi yang terus mencuat ketengah umat Islam melalui berbagai cara, termasuk dengan melakukan dialog di Internet, maka dalam kerangka membangun kekritisan berpikir dan memperkuat akidah umat Islam, InsyaAllah kedepan saya akan memposting ulang beberapa diskusi lintas agama yang pernah saya lakukan dengan beberapa sahabat Kristiani dari milis Isnet beberapa tahun yang lalu.

Dibawah ini saya mengambil topik perdiskusian mengenai Doktrin Penebusan yang merupakan salah satu cuplikan dialog keagamaan Islam-Kristen dengan Sdr. A. Simanjuntak, seorang penganut Kristen Trinitas pada tahun 1999-2000.

Bagi anda yang pernah aktif dimilis is-lam@isnet.org dimasa-masa ini pasti akan ingat dengan serunya perdebatan diantara kami ....

Semoga bermanfaat ... dan O.ya, maaf, tulisan ini belum sempat saya edit ulang karena keterbatasan waktu ... maklum, untuk melihat dan memilah arsip dimailbox yang usianya antara tahun 1996 hingga sekarang cukup menyita waktu ... jadi bila ada diantara para sahabat yang bermaksud untuk menjadikannya dokumentasi dengan memprintnya maka silahkan melakukan editing seperlunya.

Wassalam.,

Armansyah
http://armansyah.swaramuslim.net

----- Original Message -----
Date: Sun, 19 Mar 2000 09:38:24 +0700
To: is-lam@isnet.org
From: = Armansyah =
Subject: Telaah Doktrin Penebusan
Cc: hikmah@isnet.org, , "Rina Martanti" , , , , , , , Ronald Stefanus

<><><><><><><><><><><><><><>
Telaah Doktrin Penebusan
Jawaban Penyaliban bukan sandiwara
<><><><><><><><><><><><><><>


Dengan Nama Allah yang Pengasih, Penyayang.
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Semoga ahli Kitab mendapatkan petunjuk Allah kepada Islam.

'Isa al-Masih merupakan Nabi terakhir yang diutus Allah kepada Bani Israel dalam teologi Islam, untuk kemudian hikmah kenabian atas Bani Israel pupus dan berganti kepada Bani Ismail melalui turunnya wahyu Allah untuk Muhammad al-Amin ditanah Mekkah al-Mukarromah sekitar 600 tahun sesudah mangkatnya al-Masih putera Maryam.

Kalangan Kristen mengatakan bahwa 'Isa al-Masih sudah tersalibkan dan mati untuk menebus dosa-dosa umat manusia yang disebabkan oleh Adam dan istrinya sewaktu mereka masih berada ditaman Eden pada mula penciptaan.

Adakah benar doktrin penebusan dosa oleh darah al-Masih ini ?
Apakah penyaliban yang digambarkan kepada 'Isa putera Maryam adalah sesuatu hal yang logis dan bertujuan ataukah hanya sekedar rekayasa alias sandiwara ketuhanan yang diadakan oleh manusia ?

Untuk menjawab ini, ada baiknya jika kita mau dan sudi untuk melakukan pengkajian secara seksama melalui sumber-sumber dari dunia Kristen itu sendiri, yaitu The Bible (orang Kristen Indonesia biasa menyebutnya al-Kitab namun saya lebih menyukai ucapan
"The Bible".).

Dari The Bible kita buka kitab pertamanya yaitu kitab Genesis atau kitab Kejadian, didalamnya Genesis memberikan cerita bahwa pada mula pertama, ditaman Eden Allah telah menempatkan manusia pertama yang diberi nama Adam.

"And the Lord God formed man of the slime of the earth: and breathed into his face the breath of life, and man became a living soul. And the Lord God had planted a paradise of pleasure from the beginning: wherein he placed man whom he had formed."
(Genesis 2:7-8 from Bible Douay [http://www.cybercomm.net/~dcon/OT/genesis.html]).

"And the Lord God took man, and put him into the paradise for pleasure, to dress it, and keep it. And he commanded him, saying:
Of every tree of paradise thou shalt eat: But of the tree of knowledge of good and evil, thou shalt not eat. for in what day soever thou shalt eat of it, thou shalt die the death."
(Genesis 2:15-17 dari sumber yang sama).

Disini diceritakan bahwa Allah telah memberikan peringatan kepada Adam agar tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang mengandung unsur kebaikan dan kejahatan yang berada didalam taman Eden, sebab pada hari manusia memakan buah tersebut, maka dia akan mati, demikian firman Allah kepada Adam.

Selanjutnya pada pasal ke-3, kitab Genesis memberikan gambaran bahwa istri dari Adam telah terbujuk oleh se-ekor ular untuk memakan buah dari pohon tersebut, disini sang ular menyibak kebohongan Allah.

Genesis :
3:1 Now the serpent was more subtil than any beast of the field which Yahweh Elohim had made. And he said unto the woman, Yea, hath Elohim said, Ye shall not eat of every tree of the garden?

3:2 And the woman said unto the serpent, We may eat of the fruit of the trees of the garden:

3:3 But of the fruit of the tree which is in the midst of the garden, Elohim hath said, Ye shall not eat of it, neither shall ye touch it, lest ye die.

3:4 And the serpent said unto the woman, Ye shall not surely die:

3:5 For Elohim doth know that in the day ye eat thereof, then your eyes shall be opened, and ye shall be like Elohim, knowing good and evil.

3:6 And when the woman saw that the tree was good for food, and that it was pleasant to the eyes, and a tree to be desired to make one wise, she took of the fruit thereof, and did eat, and gave also unto her husband with her; and he did eat.

3:7 And the eyes of them both were opened, and they knew that they were naked; and they sewed fig leaves together, and made themselves aprons.
(Taken from "The Restored Name King James Version of the Scriptures" http://www.eliyah.com/Scripture)

Sebagaimana uraian kitab Kejadian diatas, Allah sebelumnya mengatakan bahwa jika manusia memakan buah dari pohon terlarang itu maka hari itu dia akan mati, tetapi sang ular berkata sebaliknya, jika manusia "nekad" memakannya maka manusia tidak akan mati namun malah menjadi pintar, mengetahui hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk seperti keadaan Allah.

Disini terjadi keanehan, dalam beberapa diskusi saya dengan ahli kitab, terutama dengan Bung A. Simanjuntak (alamat email : augus18@telkom.net) dimilis is-lam@isne.org dan hikmah@isnet.org yang berlangsung mulai bulan Desember 1999 sampai pertengahan Maret 2000, dikatakan bahwa Allah telah menciptakan manusia dengan penuh kesempurnaan (ini dirujukkan dengan isi kitab Kejadian 1:26 dan Kejadian 1:31 berdasarkan postingnya tertanggal 29 Pebruari 2000 dengan Subject : [is-lam] Re: 2 Buat Bung Armansyah dan posting tertanggal 09 Maret 2000 dengan Subject [hikmah] Re: selingan, buat bung armansyah).

"And Elohim said, Let us make man in our image, after our likeness."
(Genesis 1:26 from "The Restored Name King James Version of the Scriptures" http://www.eliyah.com/Scripture)

"And Elohim saw every thing that he had made, and, behold, it was very good."
(Genesis 1:31 dari sumber yang sama)

Bila Allah telah menciptakan manusia dengan penuh kesempurnaan menurut rupa Allah seperti ayat-ayat diatas, tentulah pada waktu itu juga manusia sudah mengenal sifat baik dan buruk. Hal ini terangkat dengan adanya ayat dari Kitab Kejadian yang berbunyi :

"And he said: Behold Adam is become as one of us, knowing good and evil: now, therefore, lest perhaps he put forth his hand, and take also of the tree of life, and eat, and live for ever."
(Genesis 3:22 from Bible Douay [http://www.cybercomm.net/~dcon/OT/genesis.html]).

Jadi dari Kitab Kejadian pasal 3 ayat 22 diatas, Allah itu memiliki pengetahuan mengenai kebaikan dan keburukan, dan apabila Adam diciptakan menurut citra-Nya sebagaimana maksud Kitab Kejadian 1:26 dan Kitab Kejadian 1:31, tentulah unsur pengetahuan itu secara otomatis sudah berada pada diri Adam jauh sebelum Adam melakukan pelanggaran dengan memakan buah dari pohon pengetahuan itu sendiri sebab dia adalah gambaran Allah.

Pertanyaan yang timbul kemuka apabila doktrin kesempurnaan Adam sebelum dia melanggar tetap dipertahankan, ini berarti Allah sama sekali tidak memberikan kesempurnaan pada Adam sebagaimana yang dikatakan oleh Sdr. A. Simanjuntak dari Kristen.

Kenapa ? Sebab Allah belum menciptakan dia secara lengkap dengan gambar-Nya yang asli dan ini berarti Allah telah berbohong didalam Bible !

Pembahasan berikutnya adalah pernyataan Allah sendiri yang mengatakan akan mematikan manusia jika mereka nekad memakan buah terlarang tersebut. Apakah Allah sama sekali tidak mengetahui bahwa dengan diciptakan-Nya pohon larangan ini maka manusia yang juga ciptaan-Nya itu akan melanggar ? Apakah ini semacam jebakan dari Tuhan untuk manusia biar jatuh dalam dosa ? Lalu jika benar Allah tidak menginginkan manusia itu mati (baik mati hati maupun mati jasad), maka untuk apa Tuhan menciptakan pohon tersebut dan apa pula tujuan Tuhan menjadikan manusia kekal ? Apakah Tuhan sudah bosan dalam kesendirian-Nya sehingga merasa perlu untuk membuat Tuhan-tuhan lainnya ?

Dari beberapa diskusi yang pernah dilakukan dengan Bung A. Simanjuntak secara jelas dipaparkan bahwa sedikitnya ada 3 makhluk yang diciptakan oleh Allah secara kekal, yaitu manusia, malaikat dan Iblis (lihat kembali email tanggal 09 Maret 2000 dalam subject [islam] Re: selingan, buat bung armansyah serta beberapa posting dari Bung A. Simanjuntak sebelumnya).

Saya rasa ini adalah sudah jauh sekali dalam pembahasan, tetapi The Bible justru mengantar kita untuk lebih berpikir kritis terhadap cerita yang ada didalamnya dan sekaligus untuk menentukan keabsahan cerita tersebut untuk bisa lebih diyakini selaku kitab suci dari Tuhan.


Terakhir diubah oleh Admin tanggal Sat May 17, 2008 1:13 pm, total 1 kali diubah

Admin
Admin

Jumlah posting : 110
Join date : 17.05.08

Lihat profil user http://kristologi.forumandco.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Doktrin Penebusan Hanya Sandiwara

Post  Admin on Sat May 17, 2008 1:12 pm

Cerita terus bergulir sampai pada kisah sepak terjang anak-anak keturunan Adam dibumi yang penuh dengan tema kesedihan, kebahagiaan, kemungkaran, kebatilan, kebenaran serta keadilan juga kehidupan dan kematian.

Sepanjang masanya, romansa kehidupan manusia didunia selalu diikuti dengan turunnya orang-orang pilihan Allah selaku Nabi dan Rasul-Nya demi mengangkat martabat manusia kepada jenjang yang lebih tinggi, kepada peradaban, pencerahan, kesejahteraan serta lain sebagainya sebagai langkah pengabdian diri kepada Allah yang Maha Esa.

Allah telah mengutus Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'kub, hingga terus kepada Musa dan sejumlah tokoh-tokoh agama lainnya demi menuntun manusia kepada jalan-Nya, indikasi ini sama sekali membuktikan bahwa Allah tidak pernah membuat jarak terhadap manusia pasca Adam, sebaliknya Allah telah memuliakan mereka dan tidak ada dendam antara Tuhan dengan manusia walau sebelumnya Adam telah melakukan pelanggaran atas perintah-Nya.

al-Masih, 'Isa putera Maryam sendiri bersabda :

"At the same time came the disciples unto Yahshua, saying, Who is the greatest in the kingdom of heaven? And Yahshua called a little child unto him, and set him in the midst of them, And said, Verily I say unto you, Except ye be converted, and become as little
children, ye shall not enter into the kingdom of heaven."
(Matthew 18:1-3 from "The Restored Name King James Version of the Scriptures" http://www.eliyah.com/Scripture)

Selaras dengan sabda sang Messias tersebut diatas, dalam kitab Nabi Musa yang bernama Ulangan dan juga kitab Yehezkiel didapati pula pernyataan :

Deu 24:16 The fathers shall not be put to death for the children, neither shall the children be put to death for the fathers: every man shall be put to death for his own sin.

Eze 18:20 The soul that sinneth, it shall die. The son shall not bear the iniquity of the father, neither shall the father bear the iniquity of the son: the righteousness of the righteous shall be upon him, and the wickedness of the wicked shall be upon him.

Ini adalah ungkapan yang jelas sekali dan sangat rasional, kesalahan yang dilakukan seorang manusia, tidaklah bisa dibebankan kepada manusia lainnya meskipun itu antara Bapak dan Anak, Adam dan keturunannya, karena masing-masing manusia harus menanggung apa yang telah mereka kerjakan masing-masing dalam kehidupannya, anak tidak akan disiksa karena bapaknya melanggar, begitupun sebaliknya. Inilah keadilan yang sejati.

Lalu kemudian jika munculnya 'Isa al-Masih ditengah-tengah umat Bani Israel digambarkan sebagai sosok Allah yang menjelma dengan tubuh manusia demi menebus dosa semua manusia akibat pelanggaran Adam (lihat posting Bung A. Simanjuntak tertanggal 22 Pebruari 2000 dalam subject : [hikmah] Re: Buat Bung Arif: "Benarkah Jesus bunuh diri?" dengan alamat CC , , , , serta email bersubject: Penyaliban Yesus Bukan Sandiwara: Buat Bung Armansyah tanggal 09 Maret 2000 dengan CC juga kepada beberapa alamat email diatas dengan juga mengikut sertakan alamat , , , ), maka sudah sewajarnya dipertanyakan kaitan doktrin ini dengan ayat-ayat tersebut diatas sebagai suatu asas
keadilan. Tidak akan pernah Allah menjadi plin-plan dalam bertindak, jelas bila ada pertentangan pemahaman, maka itu berasal dari pikiran manusia sendiri alias direkayasa sedemikian rupa sehingga menjadi berbenturan dengan hukum-hukum Allah.

Allah adalah Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Agung, untuk mengampuni dosa manusia, Dia tidak perlu untuk menjelmakan diri-Nya sebagai makhluk yang dimulai dengan 9 bulan lamanya dalam perut ciptaan-Nya sendiri. Tidak adakah tugas-tugas atau pekerjaan lain yang lebih berarti daripada Dia harus melakukan pekerjaan seperti itu ?

Jika kemudian ada penyebutan Bapak dan Anak, maka ini juga satu tanda tanya besar, bahwa Allah dikatakan menjelma maka Dia tidak bisa disebut Anak sebab mereka adalah satu, dan jika istilah Anak-Bapa tetap diterapkan maka berarti Allah bukan satu, sebab Allah sudah terbagi menjadi 2 bagian, Allah Bapa dan Allah anak yang berarti Allah itu bukan lagi Esa melainkan Poly (banyak), dan ini bertentangan dengan doktrin gereja serta banyak ayat-ayat Bible itu sendiri mengenai identitas Tuhan.

Lebih lanjut dalam perdiskusian dengan Bung A. Simanjuntak dari Kristen, pada tanggal 09 Maret 2000 dalam subject : [hikmah] Re: selingan, buat bung armansyah yang di CC-kan kealamat , , ,
, , "Rina Martanti" , , dan , beliau mengatakan :

>Semua manusia telah berdosa/berontak kepada Allah (Roma 3: 23). Upah dosa
>ialah MAUT/kematian selama-lamanya (Roma 6:23). Itu berarti hal keberdosaan
>manusia itu menyangkut NYAWA.
>Siapakah yang mampu selamat dari hukuman kematian kekal itu ?. Nyawa
>siapakah yang bisa menggantikan nyawa manusia berdosa itu agar ia selamat ?.
>Manusia tidak lagi bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Untuk itulah, Tuhan
>Yesus telah mati untuk kita manusia. Siapa yang mau percaya dan berserah
>kepada Allah di dalam Yesus Kristus akan selamat. Yang percaya akan
>memperoleh hidup kekal setelah suatu saat ia meninggal dunia. Alkitab
>berkata, hanya Yesus jalan satu-satunya untuk menyelamatkan jiwa manusia.

Juga pada posting yang sama Bung A. Simanjuntak kembali mengatakan :

>Maut yang dimaksud dalam Alkitab ialah kematian kekal. Setelah manusia
>meninggal dunia, ke manakah jiwanya ?. Alkitab menjelaskan bahwa sorga dan
>neraka itu benar-benar ada. Sekarang tinggal dua pilihan, jiwa manusia itu
>akan ke sorga atau neraka.

Dari sini kita dapati pemikiran baru yang sebenarnya bertentangan, bahwa manusia itu setelah Adam melanggar, dia dibebani oleh dosa waris sehingga manusia harus menanggung maut karena dosanya itu (maut sebagai upah dosa menurut Paulus -berdasarkan email Bung A. Simanjuntak).

Benarkah teori baru ini dan otentik-kah dengan pandangan The Bible sendiri ?
Ternyata pendapat ini sangat tidak bersesuaian dengan ayat-ayat Bible. Mati dan Hidup adalah satu sifat yang alamiah dan suatu kodrat bagi makhluk yang bernyawa.

"There is no man that hath power over the spirit to retain the spirit; neither hath he power in the day of death." (Ecclesiastes 8:8 from "The Restored Name King James Version of the Scriptures" http://www.eliyah.com/Scripture)

"What man is he that liveth, and shall not see death? shall he deliver his soul from the hand of the grave? Selah."
(Psalm 89:48 dengan referensi yang sama)

Allah tidak pernah menginginkan untuk menciptakan manusia dalam keabadian, begitupun makhluk-makhluk yang lainnya, sebab dengan demikian akan mengingkari sifat alpha dan omega dari Tuhan itu sendiri bahwa hanya Allah yang kekal dan abadi "But Yahweh is the true Elohim, he is the living Elohim, and an everlasting king: at his wrath the earth shall tremble, and the nations shall not be able to abide his indignation."
(Jeremiah 10:10 dengan referensi yang sama)

"I am Yahweh: that is my name: and my glory will I not give to another, neither my praise to graven images."
(Isaiah 42:8)

"I am Alpha and Omega, the beginning and the ending, saith Yahweh, which is, and which was, and which is to come, the Almighty."
(Revelation/The Apocalypse 1:8)

"And he said unto me, It is done. I am Alpha and Omega, the beginning and the end. I will give unto him that is athirst of the fountain of the water of life freely."
(Rev 21:6)

"I am Alpha and Omega, the first and the last, the beginning and the end."
(Rev 22:13)

Karenanya, Allah menciptakan kehidupan makhluk menuruti kehendak-Nya dan Dia juga yang menentukan waktu bagi makhluk tersebut untuk mengakhiri aktivitasnya melalui kematian. Ini bukan satu upah dari dosa tetapi suatu kewajaran alamiah.

Hal ini juga sangat bersesuaian sekali dengan pemaparan Bible pada ayatnya yang lain dalam satu kilas balik menuju Kitab Genesis 3:22.

"And Yahweh Elohim said, Behold, the man is become as one of us, to know good and evil: and now, lest he put forth his hand, and take also of the tree of life, and eat, and live for ever."

Terlepas dari kontekstual teks yang mungkin bisa berkembang menjadi satu perdiskusian baru namun yang jelas pada ayat diatas, Allah tidak menginginkan kekekalan ataupun juga keabadian terjadi pada diri manusia karena itu Allah mewanti-wanti (jika tidak ingin dikatakan cemas) agar jangan sampai manusia akhirnya mengambil pohon kehidupan sehingga bisa hidup immortal.

Dengan demikian maka apa yang dinyatakan dengan tersalibnya 'Isa al-Masih untuk menebus dosa manusia warisan Adam agar mereka bisa hidup abadi adalah tidak memiliki kesinambungan dengan apa yang digambarkan oleh The Bible sendiri, karena itu doktrin ini hanyalah sandiwara yang dipaksakan, khususnya oleh Paulus sebagai orang pertama pencetus ajaran yang menyimpang dari hukum para Nabi Allah.

Paulus juga terbukti sudah meruntuhkan hukum Taurat yang diberikan kepada Nabi Musa dan tidak pernah dibatalkan oleh 'Isa anak Maryam sendiri (lihat perdiskusian dengan Bung A. Simanjuntak bersubject: Penyaliban Yesus Bukan Sandiwara: Buat Bung Armansyah tanggal 09 Maret 2000 dengan beberapa CC serta postingnya dengan tanggal yang sama dalam subject [hikmah] Re: selingan, buat bung armansyah).

Akhir kata, seluruh Hidayah itu hanya berasal dari Allah, manusia cuma bisa berencana namun Allah adalah sebagai penentu akhir, semoga dengan sekian banyaknya perdiskusian agama antara Islam-Kristen yang telah terjadi bisa semakin menambah khasanah pengetahuan umat Islam khususnya yang dibarengi dengan semakin kokohnya kepercayaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Bagi Bung A. Simanjuntak sendiri, saya tahu anda mungkin sedang berada dalam kesibukan kerja sehari-hari dan apa yang saya sampaikan pada posting ini hanyalah menepati janji saya kepada anda tempo hari untuk menanggapi permasalahan penyaliban sang Messias.

Berikut daftar Email yang masih belum anda tanggapi :

1. Tanggal 01 Maret 2000 melalui is-lam@isnet.org,hikmah@isnet.org, dan ; Subject:
[is-lam] =1= Re: 2 Buat Bung Armansyah

2. Tanggal 01 Maret 2000 melalui is-lam@isnet.org,hikmah@isnet.org
,, serta
; Subject: [hikmah] =2= Re: 2 Buat Bung Armansyah

3. Tanggal 28 February 2000 melalui "A. Simanjuntak" ,,
,,,
, ,, dan ; Subbject: [hikmah] [1] Re: Jawaban 1 Buat Bung Armansyah

4. Tanggal 28 February 2000 melalui "A. Simanjuntak" ,, ,,, ,
,, dan ; Subject: [is-lam] [2] Re: Jawaban 1 Buat Bung Armansyah

5. Tanggal 11 Maret 2000 melalui hikmah@isnet.org,,
,,,,"Rina Martanti" , , dan ; Subject: [hikmah] [1] Re: [hikmah] Re: selingan, buat bung armansyah

6. Tanggal 11 Maret 2000 melalui hikmah@isnet.org,,
,,, ,"Rina Martanti" , , dan ; Subject: [is-lam] [2] Re: [hikmah] Re: selingan, buat bung
armansyah

7. Tanggal 29 February 2000 melalui is-lam@isnet.org dan hikmah@isnet.org; Subject: [is-lam] Paulus.

Butuh Tafsir Bible Islami lengkap dengan referensinya ? Silahkan surfing kealamat http://armansyah.swaramuslim.net

<><><><><><><><><><><><><><><><><><><>
o__ Armansyah | 0816 355 539
/| ==============================
/ \ armansyah_skom@telkom.net
http://armansyah.swaramuslim.net
<><><><><><><><><><><><><><><><><><><>

Admin
Admin

Jumlah posting : 110
Join date : 17.05.08

Lihat profil user http://kristologi.forumandco.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Doktrin Penebusan Hanya Sandiwara

Post  Tamu on Sat Mar 14, 2009 8:54 am

pembahasan yg keren..Smile
bagus...bagus... Surprised

Tamu
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: Doktrin Penebusan Hanya Sandiwara

Post  Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik