Diberi Nama "Yesus"

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Diberi Nama "Yesus"

Post  Admin on Thu Jan 01, 2009 5:53 pm


“Ia diberi nama Yesus”


HR SP Maria Bunda Allah: Bil 6:22-27; Gal 4:4-7; Luk 2 :16-21
“Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya” (Luk 2:16-21), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Pertama-tama saya ucapkan “SELAMAT TAHUN BARU 2009”, dan semoga memasuki Tahun Baru ini kita semua juga berjiwa atau bersemangat baru dalam mengarungi hidup, panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Jika ada sesuatu yang baru muncul, lahir atau ditemukan pada umumnya apa yang baru tersebut diberi nama oleh yang menemukan atau melahirkan, ada yang memberi nama sama dengan nama penemu atau yang melahirkan tetapi ada yang diberi nama sesuai dengan dambaan atau cita-cita dari yang menemukan atau melahirkan. Dalam Warta Gembira hari ini kita baca dan dengarkan bahwa Penyelamat Dunia yang baru saja lahir di tengah-tengah kita “diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya”. Pemberian nama yang tidak seperti biasanya: nama telah ditentukan sebelum Ia ada dan tidak sesuai dengan adat istiadat bangsa pada zamanNya. Pada hari ini kami, Anggota Serikat Yesus, merayakan pesta nama Tarekat yang ditandai dengan nama “Yesus”, bukan Ignatius Loyola yang mendirikannya. Hari ini juga Hari Perdamaian Sedunia Maka baiklah di awal Tahun Baru 2009 ini saya mengajak anda sekalian untuk mawas diri tentang nama-nama atau atribut yang dikenakan pada diri kita pribadi maupun kelompok atau paguyuban kita masing-masing.

“Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” (Luk 2:21)

Yesus, dalam bahasa Yunani “Iesous” dan dalam bahasa Ibrani “Yesyua, Yehosyua” berarti “Yahwe menyelamatkan” (lihat : Xavier Leon-Dufour – Ensiklopedi Perjanjian Baru, Kanisius 1990, hal 598)., sedangkan Yahwe kurang lebih berarti “yang disembah”. Kanak-Kanak Yesus yang baru saja dilahirkan telah menerima sembah-sujud dari para gembala, dan setelah bersembah-sujud kepadaNya “kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.” Dalam malam Natal dan hari-hari berikutnya sampai kini kiranya kita semua sedang dalam keadaan bahagia atau gembira karena dapat merayakan Natal dengan baik dan dalam perayaan kita selain bersembah-sujud kapada Kanak-Kanak Yesus juga melihat atau menyaksikan kegembiraan dan keceriaan saudara-saudari kita. Maka marilah kita memuji dan memuliakan Allah karena semua yang talah kita alami dan lihat selama perayaan-perayaan Natal yang kita ikuti.

Memuji dan memuliakan Allah hendaknya juga menjadi nyata dalam hidup kita sehari-hari yaitu dengan saling memuji dan memuliakan dengan saudara-saudari kita. Untuk itu marilah kita kenali nama-nama saudara-saudari kita secara mendalam, entah nama yang diberikan oleh orangtuanya, nama baptis atau nama-nama panggilan sehari-hari yang akrab. Mereka diberi atau memilih nama-nama tersebut kiranya ada maksud, tujuan atau cita-cita tertentu yang layak dipuji dan dimuliakan. Sebagai contoh nama “Adibusono”, yang berarti berpakaian yang terbaik, indah dan bersih, menarik dan memikat, dengan harapan cara hidup dan cara bertindaknya dimanapun dan kapanpun senantiasa menarik dan memikat karena hati, jiwa dan akal budinya sungguh baik. Yang bersangkutan kiranya berharap senantiasa dipuji dan dimuliakan oleh saudara-saudarinya, dan tentu saja masing-masing dari kita demikian pula adanya. Maka marilah kita saling memuji dan memuliakan agar hidup kita pribadi maupn bersama-sama menyelamatkan diri saya sendiri maupun sesama dan saudara-saudari kita.

Secara khusus perkenankan saya mengajak sahabat-sahabat kami dalam Serikat Yesus, marilah kita setia pada nama yang dikenakan pada kita dan menjadi sahabat-sahabat Yesus dalam cara hidup dan cara bertindak kita dimanapun dan kapanpun. Marilah kita renungkan dan hayati ‘jati diri kita’ yang antara lain pernah dinyatakan dalam Konnggregasi Jendral ke 32: “Siapakah Yesuit itu? Yesuit adalah orang yang mengakui dirinya pendosa, tetapi tahu bahwa dipanggil menjadi sahabat Yesus seperti Ignatius dahulu. Ignatius minta kepada Santa Perawan, ‘agar menempatkan dia disamping Puteranya’ dan kemudian Ignatius melihat Bapa sendiri minta kepada Yesus yang memanggul Salib agar menerima si musafir dalam kalangan sahabatnya” (Dekrit 2.1). Salah satu penghayatan ini adalah kita berdevosi kepada Bunda Maria, Bunda Allah, Bunda Gereja, Bunda kita semua.

“Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah” (Gal 4:7)

Kutipan di atas/sapaan Paulus kepada umat di Galatia ini kiranya layak menjadi permenungan atau refleksi bagi kita semua, para sahabat Yesus maupun murid-murid Yesus Kristus, Katolik atau Kristen atau siapapun yang berkehendak baik. Kita semua adalah anak-anak terkasih dari Allah, yang diciptakan oleh Allah dan hanya dapat hidup, tumbuh berkembang dalam dan oleh Allah. Sebagai anak terkasih dari Allah kita menerima panggilan dan tugas pengutusan untuk menampilkan kehendak dan karya Allah dalam cara hidup dan cara bertindak kita, yaitu keselamatan jiwa, entah jiwa saya sendiri maupun orang lain yang kita jumpai atau hidup dan bekerja bersama saya. “KehendakKu ialah menaklukkan seluruh dunia serta semua musuh, dan dengan demikian masuk ke dalam kemuliaan BapaKu. Barangsiapa mau ikut Aku dalam usaha ini, harus bersusah payah bersama Aku, supaya karena ikut Aku dalam penderitaan, kelak dapat ikut pula dalam kemuliaan” (St.Ignatius Loyola, LR no 95).

Menjadi anak terkasih dari Allah atau sahabat-sahabat Yesus memang harus siap sedia dan rela untuk berjuang yang sarat dengan tantangan dan penderitaan, dalam rangka ‘menaklukkan seluruh dunia dan semua musuh’ agar kembali kepada Allah, dikuasai atau dirajai oleh Allah. Jika harus menderita dalam perjuangan hendaknya tetap tenang dan tegar serta hayati sabda ini: “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” (Bil 6:24 -26). Jika Tuhan mengutus sekaligus Ia menganugerahkan aneka sarana dan bekal yang kita butuhkan dalam melaksanakan tugas pengutusan tersebut. Maka yang penting dan utama kerjakan atau laksanakan dahulu, jangan menuntut dahulu apa sarana atau bekal dalam pengutusan. Percaya dan imanilah asal yang kita kerjakan adalah apa yang baik pasti banyak orang baik akan menolong kita; di dunia ini orang baik lebih banyak jumlahnya daripada orang tidak baik/jahat. “Jer basuki mowo beyo” = Untuk hidup mulia dan damai sejahtera orang harus berjuang dan bekerja keras tanpa kenal lelah.

“Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan- Mu di antara segala bangsa. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu” (Mzm 67:2-3.5-6)

SELAMAT TAHUN BARU 2009
Jakarta, 1 Januari 2009
Pastor Ign.Sumarya SJ

http://enmagy. blogspot. com

Admin
Admin

Jumlah posting : 110
Join date : 17.05.08

Lihat profil user http://kristologi.forumandco.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Diberi Nama "Yesus"

Post  Arjuna on Sat Oct 09, 2010 4:12 pm

wah ternyata gitu ya sejarah penamaan nama yesus! thanks bang admin buat infonya! benar2 mantap.
avatar
Arjuna

Jumlah posting : 1
Join date : 09.10.10
Age : 27
Lokasi : palangkaraya

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik